Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malaysia Gelar Gotong Royong Bersihkan Mushola di Perlis
By Admin on Dec 20, 2025 104x dibaca
Perlis, 20 Desember 2025 — Sabtu pagi di salah satu lingkungan masyarakat Negeri Perlis terasa berbeda dari biasanya. Sejak pukul 07.00 waktu setempat, puluhan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malaysia (UMAM) tampak antusias bergotong royong membersihkan mushola bersama warga sekitar. Kegiatan sosial ini berlangsung hingga pukul 10.30 pagi, penuh dengan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial.
Dengan peralatan kebersihan di tangan dan mengenakan pakaian sederhana, para mahasiswa membersihkan debu dan sampah yang menumpuk, mencuci serta merapikan karpet, hingga melakukan pengecatan ringan di beberapa bagian mushola. Suasana kerja terasa hangat; canda dan senyum mengiringi setiap aktivitas, menciptakan kedekatan antara mahasiswa dan masyarakat setempat.
Kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen mahasiswa UMAM untuk berkontribusi positif di lingkungan tempat mereka menimba ilmu. “Kami ingin membuktikan bahwa proses belajar tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga melalui keterlibatan langsung di tengah masyarakat,” ujar salah seorang koordinator mahasiswa.
Tak hanya fokus pada pembersihan fisik, para mahasiswa juga mengajak warga untuk bersama-sama menjaga kebersihan dan kenyamanan mushola sebagai tempat ibadah yang digunakan oleh berbagai kalangan. Ajakan tersebut disambut dengan antusias oleh warga, yang merasa terbantu sekaligus bangga dengan kehadiran mahasiswa.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Mushola menjadi lebih bersih dan hubungan kami dengan para mahasiswa terasa semakin dekat,” ungkap salah seorang warga.
Koordinator kegiatan menyampaikan bahwa kegiatan gotong royong seperti ini akan terus dilaksanakan secara berkala, khususnya di kawasan permukiman dan lingkungan pendidikan di Perlis. Diharapkan, kegiatan ini mampu menumbuhkan nilai kepedulian, memperkuat semangat kebersamaan, serta membangun hubungan harmonis antara mahasiswa dan masyarakat.
Gotong royong ini menjadi bukti bahwa kolaborasi sederhana antara dunia akademik dan komunitas lokal dapat menghadirkan dampak positif, tidak hanya bagi kebersihan tempat ibadah, tetapi juga bagi kehidupan sosial yang lebih hangat dan berdaya.