Masjid Terapung di Perlis, Malaysia — Destinasi Spiritual & Wisata Paling Hits!

By Admin on Jan 04, 2026 205x dibaca

Masjid Terapung di Perlis, Malaysia — Destinasi Spiritual & Wisata Paling Hits!

Siapa bilang tempat ibadah itu cuma soal khusyuk dan diam? Masjid Al-Hussain di Kuala Perlis, Malaysia siap membantah anggapan itu dengan gaya elegan tapi tetap bikin melongo. Masjid ini lagi naik daun, viral, dan auto masuk wishlist traveler Muslim, karena satu hal yang bikin orang refleks ngomong, “Eh… itu masjidnya ngapung?!”


Yes, bro dan sis. Saat air laut pasang, masjid ini terlihat seperti mengapung di atas laut. Bukan editan AI, bukan green screen, bukan efek TikTok ini real life cinematic view! Dari kejauhan, masjid ini seperti istana ibadah yang berdiri tenang di atas air, seolah bilang, “Tenang… dunia boleh ribut, tapi aku tetap berdzikir.”


Masjid Al-Hussain bukan masjid kaleng-kaleng. Arsitekturnya juara: batu karang, marmer elegan, ornamen tropis khas pesisir, dan kubah emas-biru yang kalau kena cahaya matahari sore, beuhhh, estetiknya kebangetan. Sudut mana pun cocok buat foto, tapi tetap bikin hati adem. Estetika dapet, spiritualitas juga dapet. Kombo langka, cuy.


Nah, yang bikin suasana makin rame dan hidup, rombongan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malaysia baru-baru ini mampir ke masjid ini. Dan tentu saja, seperti mahasiswa pada umumnya, kegiatan mereka bukan cuma datang–doa–pulang.


Mereka datang dengan rasa kagum, pulang dengan kepala penuh makna plus galeri HP penuh foto dan video estetik. Ada yang foto siluet kubah, ada yang ambil video slow motion ombak, ada juga yang duduk diam sambil mikir, “Gila… Islam tuh indah banget ya.”


Masjid ini bukan cuma bangunan api ruang refleksi. Tempat orang mikir ulang tentang hidup, tujuan, dan hubungan manusia dengan Tuhan, alam, dan sesama. Deep? Iya. Tapi nggak kaku.


Yang bikin mahasiswa makin respect, Masjid Al-Hussain ini hidup sebagai pusat komunitas. Di sini, jamaah lokal, wisatawan, mahasiswa, bahkan traveler lintas negara bisa ketemu, ngobrol, dan saling belajar.


Masjid ini kayak bilang, “Aku bukan cuma tempat sujud, tapi juga tempat manusia bertemu.”

Desainnya yang terbuka ke laut seolah menyimbolkan Islam yang inklusif, terbuka, dan harmonis dengan alam. Bukan Islam yang eksklusif dan galak, tapi Islam yang ramah, teduh, dan bikin betah.


Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malaysia melihat langsung bagaimana ruang ibadah bisa jadi pusat edukasi, wisata rohani, dan pemersatu sosial. Ini bukan teori di kelas. Ini praktik nyata.

← Back to Posts